
SMAN 1 Ungaran terus mendorong peserta didik untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia, salah satunya melalui pembelajaran bahasa daerah. Salah satu inovasi yang dapat mendukung proses tersebut adalah SABDA (Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah).
SABDA merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membantu peserta didik mempelajari bahasa daerah dengan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan menarik. Aplikasi ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Melalui SABDA, murid dapat memperoleh pengalaman belajar bahasa daerah secara lebih interaktif. Materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan belajar peserta didik sehingga proses belajar diharapkan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
Pengenalan aplikasi SABDA kepada murid diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa daerah bukan sekadar bagian dari pelajaran, tetapi juga merupakan identitas, warisan budaya, dan kekayaan bangsa yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Di era digital, pemanfaatan teknologi seperti SABDA menjadi langkah positif untuk mempertemukan generasi muda dengan budaya lokal. Dengan demikian, murid tidak hanya semakin terampil menggunakan teknologi, tetapi juga semakin mengenal dan menghargai bahasa serta budaya daerah.
Mari belajar bahasa daerah dengan cara yang lebih adaptif, interaktif, dan menyenangkan bersama SABDA!
SABDA – Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah
Belajar Bahasa, Mengenal Budaya, Melestarikan Warisan Bangsa.